Plt Sekda Sebut Batanghari Status Siaga

BATANGHARI  Pemerintah Kabupaten Batanghari Akhirnya menetapkan status daerahnya menjadi status siaga darurat bencana, penetapan ini dimulai sejak Selasa (16/2) kemarin hingga tujuh hari kedepan.

Penetapan ini di buat setelah pihak pemkab mengadakan rapat bersama di ruang pola kantor Bupati Batanghari selasa (16/2) yang dilakukan bersama pihak TNI melalui Dandim 0415 Batanghari dan Polres Batanghari, dalam rapat tersebut sempat terjadi keraguan dalam penetapan status karena saat ini Kabupaten Batanghari belum memiliki payung hukum dalam bentuk Perbup tentang penetapan status Bencana.

Plt Sekda Kabupaten Batanghari M Fadhil Arif yang memimpin rapat saat itu mengatakan, bahwa dengan adanya perbup akan mudah bagi daerah untuk memperoleh dana pusat. Untuk melakukan penetapan akhir Pemkab harus membuat SK sebagai langkah awal untuk penetapan status tersebut.

“kita akan kesulitan memperoleh dana dari pusat jika belum memiliki perbup, untuk itu secepatnya saya minta bagian hukum untuk membuat SK nya saja terlebih dahulu, Dana tanggap darurat belum bisa dikeluarkan, karena keraguan atas penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemkab melalui BPBD,” kata M Fadhil Arif.

Atas keraguan tersebut, Dalam rapat bersama yang di pimpin Plt Sekda. Sudah menetapkan status siaga darurat bencana untuk kabupaten Batanghari.

Plt Sekda juga meminta, kedepan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lebih cepat memahami karakteristik bencana yang bepotensi bermunculan pada setiap wilayah dalam kabupaten Batanghari, hal ini dikarenakan setiap kecamatan yang ada tentu tidak memiliki karakter pontensi terbesar bencana yang akan muncul sama.

“BPBD diminta memiliki karakteristik Bencana pada setiap wilayah dalam Kabupaten Batanghari. Tentu dari delapan kecamatan yang ada memiliki karakter yang berbeda tidak mungkin semuanya Banjir,” ujar Fadhil.

Ia juga berharap dengan sudah ditentukannya status ini, diharapkan semua sektor bisa bergerak dalam setiap potensi bencana yang akan muncul, agar kemudian masyarakat dapat merasakan bantuan pemerintah yang tanggap dan tidak merasa mengatasinya secara sendiri.

“Semua sektor bisa bergerak simultan dalam mengantisipasi terhadap bencana yang terjadi dalam kabupaten Batanghari. Pemetaannya sudah, yang pertama banjir, kedua longsor dan ketiga angin puting beliung. Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan oleh pihak BMKG bahwa ada potensi diwilayah-wilayah tertentu,” jelasnya.

Sementara itu dalam upaya memaksimalkan kinerja, pemerintah terus berharap kordinasi pihak BPBD dengan setiap leding sektor yang ada, baik pihak kecamatan, desa, maupun Pihak TNI dan Polri.

“Yang dipersiapkan, sarana prasarana, personil, kemudian logistik. Terhadap kemungkinan bencana ini apabila terjadi dapat kita tangani secara cepat dan tepat. Titik evakuasi sudah kita ketahui berdasarkan data yang disampaikan dan dikordinasikan oleh pihak BPBD,” pungkasnya.

Oleh: Syahreddy Jurnalis

Iklan