Uang Kematian di Hidupkan, Warga Bersyukur

BATANGHARI – Alhadulillah ternyata program Syahirsah sewaktu menjabat Bupati Batanghari priode 2001 – 2021 yang saat itu berpasangan dengan Ardian Faisal (Aan) masih dilanjutkan dalam Visi dan Misi ” BATANGHARI BERSATU”. Itu yang katakan oleh Sandy  warga Kecamatan Tembesi kepada media ini, Selasa (16/02) setelah membaca visi dan misi secara rinci di batangharikini.wordpress.com. ” Saya agak penasaran apa saja program Syahirsah – Sofia Jsf lima tahun kedepannya, setelah saya baca secara rinci rupaya masih ada termasuk program Syahir waktu jadi bupati dulu,” Ungkapnya.

Dikatakan Sandy, Syahirsah adalah tidak berubah, dia lebih mengutamakan rakyat. Hal ini terlihat programnya masih seperti. dulu yang banyak menyentuh rakyat. ” Kalau saya baca ada Fokus Ekonomi Rakyat diantaranya peremajaan karet tua, dan kelapa sawit tua melalui program bantuan satu juta bibit karet/ kelapa sawit.

Sedangkan untuk fokus kearifan lokal, ada  tentang peningkatan peran ulama serta sinergitas ulama dan umaroh dalam proses pembangunan daerah. ” Seperti uang kematian untuk masyrakat,  tentang fasilitas pengembangan kesenian daerah, peningkatan peran ulama, dan lain-lain,” Sebutnya.

Senada yang dikatakan oleh Hambali warga Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, dengan di hidupkan kembali uang kematian sangat membantu bagi masyarakat miskin. Karena dia pernah dapat bantuan uang tersebut pada saat Bupati Syahir ketika anaknya meninggal dunia. “Sangat membantu warga miskin bantuan itu. Saya pernah mengambilnya langsung di Bagian Kesra. Kalau saya tidak lupa pada saat ini Sekda Batanghari Erpan. Karena sebelum ke Kantor Kesra saya ketemu Sekda Erpan bersama orang yang membantu mengurus bantuan itu. Kalau tidak salah Rp 1 juta. Dan di hidupkan lagi kita sangat bersyukur.” Tuturnya.

Oleh: Syahreddy Jurnalis

Iklan