Program Batanghari ” BERSATU” Lima Tahun Kedepan

image

BATANGHARI – Rabu (17/02) Ir H Syahirsah – Hj Sofia Joesoef SH dilantik oleh Gubernur Jambi H Zomi Zola di Rumdis Provinsi Jambi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batanghari untuk priode 2016 – 2021. Pasangan Bupati dan Wakil ini merupakan kandidat yang menang dengan pada Pilkada Batanghari pada 9 Desember 2015 lalu.
Adapun Syahirsah merpakan Bupati Batanghari ke 18 sejak Kabupaten Batanghari berdiri pada 1 Desember 1948.

Ir H Syahirsah merupakan pria kelahira pada 4 Mei 1960 di Jambi yang pernah Sekolah Dasar di Muara Tembesi pada tahun 1971, SMP Muara Tembesi 1974, SMA di Padang pada tahun 1977, dan Fakultas Tehnik Sipil UNIBRAW di Malang pada tahun 1986.
Sedangjan riyawat pekerjaannya dia pernah menjabat Kadis PU Batanghari pada tahun 1994-1996, Kabid Cipta Karya PU Batanghari pada 1996-2001, Wakil Bupati Batanghari mendampingi Bupati H A Fattah SH priode 2001 – 2006. Dia juga pernah juga menjabat Bupati Batanghari dengan berdampingan dengan Waki Bupati H Ardian Faisal SE, M,Si  priode 2006-2011. Syahirsah juga pernah menjabat anggota DPRD Provinsi Jambi untuk Dapil Batanghari – Muaro Jambi dari Partai Golkar.
Mantan Bupati Batanghari priode 2006-2011 ini dikenal sosok yang displin memiliki dua orang anak dari hasil pernikahan dengan Hj Yuninnta Asmara yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Batanghari priode 2014-2019 dari Partai Golkar.

Adalahpun profil Wakil Bupati Batanghari Hj Sofia Joesoef, SH, MM pernah jadi anggota DPRD Provinsi Jambi dari Patai Demokrat dari dapi yang sama dengan Syahirsah untuk priode 2014-2019. Yang mana sama-sama kita ketahui Sofia juga merupakan istri H A Fattah yang pernah menjabat Bupati Batanghari priode 2001-2006 dan priode 2011-2006. Sementara Hj Sofia sendiri kelahiran di Kota Palembang pasa 15 Nopember 1952 yang lulusan Pendidikan Sarjana Hukum Perdata pada tahun 1979 di Universitas Sriwaijaya Palembang.

Pada saat suaminya, H A Fattah menjabat Bupati Batanghari pada priode 2001-2006 Sofia menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Batanghari dan Ketua Dekranasda Kabupaten Batanghari serta ketua Badan Kesenian Daerah Kabupaten Batanghari.

Kini Pasangan Bupati dan Wakil ini pemimpin Kabupaten Batanghari dengan Visi dan Misi ” Masyarakat Batanghari Maju, Adil dan Sejahtera Berlandaskan Ketaqwaan 2021. Adapun makna Visi kedua Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Batanghari sebagi berikut.
BATANGHARI MAJU secara ekonomi diukur dari PDRB dan laju pertumbuhan ekonomi, minimal tumbuh rata-rata 7’5 persen setip tahunnya. Kemajuan dilihat pula dari perspektif lain,  seperti pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, agama, politik, keagamaan dan lain-lain. Kemajuan dapat jug diukur dari anggka indek pembanguan manusia dan penurunan tingkat kemiskinan.
BATANGHARI ADIL, penerapan prinsip adil dan demokratis dalam kehidupan politik, sosial dan ekonomi. Terwujudnua keseimbangan yang dinamis, harmoni, baik antar golongan masyarakat maupun antar ruang / daerah secara gerografis. Perlindungan terhadap masyrakat yang belum beruntung berbagai aspek kehidupan.
SEJAHTERA lihiat dari perspektif ekonomi sosial dan budaya yang dilakukan secara holoistik, dengan pendatapan masyarakat meningkat dan terdistribusi secara merata (diukur dari Indek Gini Ratio). Sedangkan pendidikan! Derajat kesehatan dan paritisipasi masyarakar meningkat.
KETAQWAAN didasir pemikiran bahwa, pentingnya nilai-nila keagamaan untuk menjalankan pemerintahan, membentuk masyarakat sejahtera lahir dan batin. Secara prinsip pembangunan pada sebuah aspek keduniaan akan sempurna, lurus dan selamat jika dilandasi aspek keagamaan. Dan menepati nilai keagamaan sebagai daya tangkal pengaruh negatif keduniaan.

Adapun MISI ada 5 untuk mewujudkan Visi ” BATANGHARI BERSATU”
1. Meningkatkat kualitas SDM masyarakat dan aparatur pemerintahan
2.Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ekonomi kerakyatan
3.Meningkatkan kualitas dan kuantintas infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat
4. Meningkatkan kinerja penyelengaraan pemerintahan daerah secara proporsional, efektif, efiesien, akuntabel, dan transparan melalui penerapan reformasi birokrasi dan berkeadilan.
5.Melestari dan mengembangan nilai-nila kearifan lokal, keagamaan, kebudayaan, adat dan kesenian dalam daerah dalam kerangka memeprkuat kebudaaan nasional.

Adapun Strategi dan Program Kegiatan Pembangunan untuk Fokus (SDM) adalah:
1. Peningkatan kualitas dan kuatintas SDN aparatur Pemda melalui Diklat dan tugas belajar
2. Peningkatan kualitas dan kuatintas tenaga pendidikan dan kependidikan
3. Wajib belajar 12 tahun dan sekolah gratis hingga tingkat SLTA serta beasiswa.
4. Perbaikan kulitas dan kuatintas sekolah-sekolah diniyah, madarasah dan pengajian-pengajian informal (PAMI).
5. Peningkatan kesejahteraan / honor Da’i pegawai syara’ guru-gur sekolah diniyah, guru-guru TPA, PAUD, dan guru-guru mengaji PAMI.

Fokus (Ekonomi Kerakyatan):
1. Pengembangan industri hilir (terutama karet dan sawit) untuk meningkatkan nilai tambah daerah.
2. Percepatan penyelesaian batas-batas desa dalam rangka menciptakan kenyamaan investasi dan peningkatan PAD.
3.Perrmajaan karet tua dan kebun kelapa sawit tua, melalui program bantuan 1 juta bibir karet/ pertahun serta penumbuhan penangkaran bibit karet / kelapa sawit di masing-masing kecamatan.
4. Mencipatkan lapangan kerja baru dan kemudahan berinvestasi optimalisasi kemamfaatan potensi sumberdaya alam secara adil dan lestari.
5. Penguatan modal bagi pengembangan UMKM.
6. Peningkatan akses pasar bagi produk perkebunan, pertanian, perikanan, dan perternaka dalam rangka meingkatkan Nilai Tukar Petani (NTP)
7. Perluasan lahan sawah melalui percatakan sawah baru (±10.000ha).
8.Subsidi sarana dan prasarana pertanian untuk masyarakat tani, anatara lain, pengemukan sapi (±2.500 ekor/ tahub), penambahan induk sapi betina (±1000/tahun) bantuan Alsintan.
9.Peningkatan perlindungan hak-hak petani, fasilitasi penyelesaian friksi dan sangketa lahan.
10. Mendukung program mandiri desa.

Fokus (Infrastruktrur Daerah):
1.Pembanguan dan perbaikan insfrastruktur jalan dan jembatan dalam rangka memperlancara arus barabg dab jasa, kemudahan akses / konektivitas masyarakat  ke dalam maupun luar wilayah Batanghari.
2. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur gedung sekolah, PAUD, TK, SD, Madrasah, DTA, dan sekolah Menengah dan lain-lain sesuai kewenangan kabupaten, minimal SPM.
3.Pembanguan dan perbaikan sarana gedunga sarana ibadah ( sala satunya Pembangunan Masjid Agung / Islamic. Center Muara Bulian).
4.Pengembangan gedung dan penyediaan sarana dan prasarana bidang pendidikan dan kesehatab masyarakat, ( sesuai wewenang) minimal sesuia SPM.
5. Pembanguan perbaikan insfrastruktur sarana olahraga untuk masyrakat di masing-masing kecamatan.
6.Pemgembangan dan perbaikan infrastruktur jalan produksi perkebunanan, jalan usaha tani, irigasi pertanian, pasar tradisional, dan sarana ekonomi lainnya.
7.Pembangunan dan penyediaan insfrastruktur jatringan listrik perdesaan ( sesuai kewenangan) untuk meningkat elektrifikasi.
8.Peningkatan rumah layak huni bagi masyarakat.
9.Pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana air bersih untuk masyarakat.

FOKUS Kinerja Aparatur dan Birokrasi;
1.Penerpan merit system pada pengangkatan PNS dalam jabatan struktural secara transparan, taat hukum dan akuntabel.
2.Penataan kelembagaan pelayanan masyarakat secara efiesien.
3.Peningkatan profesionalisme, pengawasan, dan pembinaan aparatur pemerintah daerah serta penerapan hukum untuk mewujudkan good govermance.
4.Penyederhaan system pelayanan masyarkat dengan mamfaatkan jasa e-Government.
5.Remunerasi (dalam bentuk TKD) bagi aparatur Pemda dan meningkatkan honot/ gaji aparat desa sesuai kemanampuan keuangan daerah dalam upaya peningkatan kinerja aparatur.

FOKUS Kearifan Lokal:
1. Peningkatan peran ulama serta sinergisitas ulama dan umaroh dalam proses pembangunan daerah.
2.Peningkatan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembelajaran nilai-nila keagamaan sosial dan bidaya.
3.Pengalian, pemamfaatan dan fasilitasi kearifan lokal dalam upaya meningkatkan ketaqwaan masyarakat terhadap Tuhan YMK seperti (PAMI’ Syair guru syukur dam lain-lain).
4.Pengalian, pengembangan, pelestarian budaya budata lokala untuk mendukung proses pembangunan daerah (turun Kaumo, Baselang, Kenduri seko, lomba perahu, seloko adat, basele, lubuk larangan dan lain-lain.).
5. Menghidupkan kembali uang kematian untuk masyarakat.
6.Fasilitas pengembangan  kesenian daerah, lembaga adat daerah, pembangunan sanggar kesenian daerah / paguyuban yang ada di Kabupaten Batanghari dan fasilitas pengembangan lembagaan keagamaan.
7.Penumbuhkembangan potensi dan prestasi kepemudaan dan olahraga.

Oleh: Syahreddy Jurnalis

Iklan