Pelaksanaan Reformasi Pendidikan Membutuhkan Kesiapan Semua Pihak Untuk Berubah

BATANGHARI – Era otonomi Daerah saat  pelaksanaan reformasi pendidikan membutuhkan kesiapan semua pihak untuk berubah, sehingga perlu pemahaman komprehensif terhadap  permasalahan yang dihadapi bidang pendidikan nasional saat ini dan kemauan untuk mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, guna  menetapkan pilihan yang rasional untuk membenahi dan meningkatkan kinerja lembaga pendidikan.

Salah satu aspek perubahan yang sangat signifikan pada era otonomi daerah dan desentralisasi adalah peran dan hubungan antara pemerintah pusat sangat berperan dalam menentukan berbagai kebijakan pendidikan secara nasional, karena itu peran pemerintah pusat lebih terfokus pada penetapan kebijakan strategi yang bersifat nasional, sesuai  Tujuan pendidikan nasional yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, ” manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Visi pendidikan nasional adalah perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja, perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, yang kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin dan bertanggung jawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Sedangkan Misi Pendidikan Nasional adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, serta maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin. Sebab, sasaran pembangunan pendidikan yang ingin diwujudkan adalah pembangunan sumber daya manusia, kelembagaan dan fasilitas pendidikan serta sistem pendidikan.

Pembangunan sumber daya manusia dalam proses pendidikan diarahkan terutama kepada tenaga pendidik, tenaga administrasi, tenaga penunjang dan peserta didik itu sendiri. Pembangunan yang berkaitan dengan kelembagaan dan fasilitas pendidikan diarahkan kepada terbentuknya organisasi yang efektif baik itu organisasi yang berfungsi melakukan kegiatan-kegiatan administrasi di kantor maupun organisasi yang melakukan fungsi kegiatan proses belajar mengajar di sekolah termasuk fasilitas penunjang. Sedangkan pembangunan sistem pendidikan diarahkan kepada perbaikan peraturan-peraturan, mekanisme, petunjuk dan pedoman dalam melaksanakan keseluruhan proses pembangunan pendidikan.

Oleh karena ada 3 sasaran pokok pembangunan bidang pendidikan yaitu; sumber daya manusia, kelembagaan termasuk fasilitas dan sistem dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara maksimal.

Pembangunan dibidang Pendidikan di Kabupaten Batang Hari, Pemkab Batang Hari dibawah pimpinan Bupati Sinwan, SH  juga mengacu  pada 3 isu trategis   pembangunan pendidikan nasional,  yaitu dengan Pemerataan dan Perluasan akses Pendidikan, Peningkatan Mutu dan Relevansi, dan Manajemen Pendidikan, yakni   sejak Tahun 2011 telah  melakukan Peningkatan angka melek huruf melalui penurunan angka putus sekolah dan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan bagi penduduk dewasa yang buta aksara, Menuntaskan Wajib Belajar Dua Belas Tahun pada Tahun 2016, Meningkatkan jumlah dan kualitas pendidik, dengan capaian ideal untuk ratio murid-guru, ratio guru-sekolah, ratio kelas-guru, persentase kelayakan guru mengajar (GL) dan persentase Guru Menurut Bidang Studi yang diajarkan (GBS), Mengembangkan pendidikan menengah kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja dengan mengupayakan proporsi 60% sekolah kejuruan dan 40% sekolah umum, Meningkatkan sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan yang bermutu dengan jumlah dan sebaran yang memadai serta Memperbesar peluang dan mendorong sumber daya manusia pendidikan untuk meningkatkan kualitas dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dan mencapai tingkat kompetensi.

Dalam Kebijakan Program Pendidikan Gratis dan Bermutu terdapat program-program pembangunan yang dapat mempermudah rakyat untuk mengikuti pendidikan dan memperlancar proses penyelenggaraan dan manajemen pendidikan, melalui Program Pendidikan Formal,  meliputi pendidikan Taman Kanak-Kanak atau yang sejenis hingga Perguruan Tinggi baik yang dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat, seperti Membebaskan biaya-biaya pendidikan yang masih memberatkan bagi para siswa baik negeri maupun swasta mulai dari tingkat SD hingga tingkat SLTA terutama bagi masyarakat miskin, Pemberian beasiswa bagi peserta didik berprestasi pada semua tingkatan, Memberikan bantuan beasiswa kompetitif bagi siswa/santri berprestasi yang tidak mampu sampai jenjang perguruan tinggi, Memberikan bantuan untuk pendidikan S1, S2 dan S3.

Meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan dengan standar mutu yang baik dan bebas banjir dengan memperhatikan jumlah dan sebaran peserta didik, Mempercepat penyelesaian rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang tidak memadai untuk mendukung peningkatan kualitas proses pendidikan, Penyiapan calon pendidik dan tenaga kependidikan dalam jumlah dan mutu yang sesuai untuk mendukung keberhasilan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Dua Belas Tahun, Memberikan dan meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kelancaran kerja bagi para Kepala Sekolah dan para pengawas sekolah.

Meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, Penyediaan buku pelajaran, baik buku paket mata pelajaran maupun buku pegangan guru, Mendorong peningkatan jenjang dan kualitas pendidikan bagi para pelajar yang berprestasi, Membangun sekolah menengah kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan regional, Memperbaiki dan meningkatkan fasilitas-fasilitas Guru, Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dasar dan menengah, baik umum maupun kejuruan, Mendorong perkembangan Perguruan Tinggi yang telah ada di Kabupaten Batang Hari agar lebih cepat berkembang, Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar, termasuk buku pelajaran dan jurnal ilmiah dalam dan luar negeri hingga memungkinkan menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang bermutu dan berdaya saing.

Kemudian Program Pendidikan non Formal,  bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak atau belum sempat memperoleh pendidikan formal untuk mengembangkan diri, sikap, pengetahuan dan ketrampilan, juga diarahkan pada pemberian pengetahuan dasar dan keterampilan berusaha secara profesional sehingga warga belajar mampu mewujudkan lapangan kerja bagi dirinya dan anggota keluarganya, yakni dengan  Meningkatkan angka melek huruf dan budaya membaca dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat menyerap informasi dan teknologi yang berkembang, Pengembangan perpustakaan daerah, perpustakaan desa dan perpustakaan keliling, Memperbaiki dan meningkatkan fasilitas-fasilitas guru/instruktur/ fasilitator, Meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, Memfasilitasi serta mengoptimalkan tumbuh kembangnya sarana dan prasarana pendidikan Taman Kanak-Kanak dan TPA, Mengembangkan kurikulum dan bahan ajar yang bermutu serta perintisan model-model pembelajaran PAUD, Penyediaan buku pelajaran, baik buku paket mata pelajaran maupun buku pegangan guru, Memperbaiki dan meningkatkan fasilitas-fasilitas Guru, Meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan PAUD kepada orang tua dan masyarakat, Mengendalikan pelaksanaan pendidikan kesetaraan untuk menjamin relevansi dan kesetaraan kualitasnya dengan pendidik, Melengkapi sarana pendidikan paket A, B, dan C, termasuk Penyediaan buku pelajaran, baik buku paket mata pelajaran maupun buku pegangan guru, Penyelenggaraan program-program pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan sistem kemitraan antar stakeholder, Peningkatan sarana, prasarana dan relevansi serta kualitas lembaga pelatihan kerja Peningkatan profesionalisme tenaga kepelatihan dan instruktur pelatihan kerja.

 Menyelenggarakan program magang kerja yang didasarkan pada sistem kemitraan antar stakeholder, Menciptakan iklim yang kondusif bagi munculnya lembaga kursus khususnya yang memiliki spesialisasi atau kejuruan dan kemampuan praktis, Meningkatkan kualitas pendidikan non-formal dalam rangka menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan daerah, Penguatan satuan-satuan pendidikan non-formal yang meliputi lembaga kursus, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat dan satuan pendidikan yang sejenis melalui pengembangan standardisasi, akreditasi dan sertifikasi serta penguatan kemampuan manajerial pengelolanya, Pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model-model pembelajaran pendidikan non-formal yang mengacu pada standar nasional sesuai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni, termasuk model kecakapan hidup dan keterampilan bermata pencaharian, Membangun kelembagaan serta sarana-prasarana untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda agar mampu menciptakan lapangan kerja.Khusus Tahun 2015 Kegiatan yang dilaksanakan Pemkab  Batang Hari terhadap semua  jenjang pendidikan mulain dari TK sampai Perguruan Tinggi yang ada  di Kabupaten Batang Hariyang terus meningkat.

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu pembinaan yang ditujukan kepada anak usia 2-6 tahun, dengan pemberian rangsangan pendidikan, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan Pra Sekolah yaitu TK  bertujuan untuk mempersiapkan mental anak-anak sebelum memasuki bangku Sekolah Dasar, sehingga anak tersebut sudah mendapatkan bekal dari TK.

Perkembangan TK di Kabupaten Batang Hari ditandai dengan meningkatnya jumlah guru dan murid,  Tahun 2014 jumlah guru TK 388 orang dengan  murid  3.894 orang,  pada Tahun 2015  menjad  427 orang  guru dan  3.924 murid. Sedang  TK  Tahun 2015 sebanyak 110 unit   262 Ruang Kelas (RK), dengan jumlah kelulusan murid  TK  sebanak 2.110 murid.

Untuk Jenjang pendidikan dasar SD/MI/Sederajat adalah merupakan jenjang pendidikan dasar untuk mengikuti jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, atau pendidikan sederajat (SMP/MTs/Sederajat).

Perkembangan Pendidikan Dasar di Kabupaten Batang Hari, tahun 2015 ada  peningkatan jumlah SD/SDLB Negeri, jumlah murid seluruhnya, APM dan APK serta jumlah kelulusan baik SD Negeri, SD Swasta maupun MIN dibandingkan dengan tahun 2014.

                Sebagai contoh  SD di Kabupaten Batang Hari, tahun 2011 terdapat 207 unit menjadi  212 unit tahun 2015, terdiri dari SD/SDLB Negeri 204 unit dan SD Swasta 8 unit.  Untuk  MI/DTA Tahun 2011 terdapat 131 unit menjadi   132 unit  tahun 2015, terdiri dari MI Negeri sebanyak 4 unit dan MIS (DTA)  128 sekolah.    Pemkab Batang Hari berupaya membangun Unit Sekolah Baru (USB) dan merehabilitasi unit sekolah dan RKS untuk menampung anak usia SD.

Untuk murid Tahun 2011 jumlah murid SD  seluruhnya 32.708 murid dan Tahun 2015  menjadi 34.153 murid. Hal ini berdampak pada bertambahnya jumlah ruang kelas SD. Tahun 2011 jumlah ruang kelas  1.274 ruang dan Tahun 2015  menjadi 1.337 ruang kelas  terdiri SD Negeri sebanyak 1.294 dan SD Swasta sebanyak 43 ruang kelas. Sedangkan untuk jumlah guru SD di Kabupaten Batang Hari, mengalami penurunan,  Tahun 2010 guru SD berjumlah 2.694 orang menjadi 2.627 orang Tahun 2015, terdiri dari guru SD Negeri  2.514 orang dan SD Swasta 113 orang.

Angka Partisipasi Murni (APM)  Tahun 2011 APM SD/MI/sederajat sebesar 99,01% meningkat menjadi 99,54% Tahun 2015 dan Angka Partisipasi Kasar (APK)  Tahun 2011 sebesar 116,30% t menjadi 116,58%  Tahun 2015.

Untuk perkembangan SLTP selama 5 Tahun terakhir juga meningkat,  Tahun 2011 jumlah SLTP sebanyak 48 unit, terdiri dari SMP Negeri 33 unit, SMP Swasta 7 unit, dan SMP Satu Atap sebanyak 8 unit,  Tahun 2015  menjadi 52 unit terdiri dari SMP Negeri sebanyak 35 unit, SMP Swasta 7 unit dan SMP Satu Atap 10 unit.

Selain jumlah sekolah mengalami peningkatan, maka berdampak pada bertambahnya jumlah ruang kelas (RKL) SLTP. Pada Tahun 2010/2011 jumlah ruang kelas sebanyak 351 ruang mengalami peningkatan pada Tahun 2014/2015 menjadi 361 ruang kelas, terdiri dari SMP Negeri sebanyak 327 ruang dan SMP Swasta 34 ruang.

Di sisi lain jumlah murid SLTP mengalami penurunan,  Tahun 2011 jumlah murid seluruhnya 9.101 murid turun pada Tahun 2015 menjadi 8.876 murid.

Sedang  MTs, Tahun 2011 sebanyak 32 unit, terdiri dari MTs Negeri  7 unit dan MTs Swasta 25 unit, Tahun 2015 menurun menjadi 30 unit, terdiri dari MTs Negeri sebanyak 8 unit dan MTs Swasta sebanyak 22 unit.

Untuk jumlah murid MTs mengalami peningkatan, Tahun 2011 berjumlah  3.509 murid, Tahun 2015 menjadi 3.733 murid. Sedangkan untuk jumlah ruang kelas MTs mengalami penurunan, Tahun 011  ruang kelas 128 ruang Tahun 2015 menjadi 126 ruang kelas, terdiri dari MTs Negeri  51 ruang kelas dan MTs Swasta 75 ruang kelas.

Angka Partisipasi Murni (APM) mengalami peningkatan,  Tahun 2011 sebesar 74,24%  menjadi 81,08% pada Tahun 2015 dan Angka Partisipasi Kasar (APK)   Tahun 2011 sebesar 83,80%  menjadi 88,02%  Tahun 2015.

Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) merupakan lanjutan dari Pendidikan Dasar yang terdiri atas pendidikan menengah umum yaitu ; Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

 Tahun 2011  SLTA berjumlah 18 unit  Tahun 2015  menjadi 21 unit, terdiri dari SMA Negeri  11 unit, SMA Swasta 1 unit, SMK Negeri  6 unit dan SMK Swasta  3 unit.

 Tahun 2011 berjumlah 7.077 siswa  menjadi 7.821 siswa Tahun 2015, dengan  ruang kelas Tahun 2011 184 ruang Tahun 2015  231 ruang kelas, terdiri dari SMA Negeri  143 ruang, SMA Swasta 10 ruang, SMK Negeri 66 ruang dan SMK Swasta 12 ruang kelas.

Demikian halnya dengan MA di Kabupaten Batang Hari, Tahun 2015 jumlah MA Negeri 5 unit dan MA Swasta  13 unit, sedang siswa MA mengalami penurunan, Tahun 2011 sebanyak 1.554 siswa  tahun 2015 menjadi 1.488 siswa. Sedangkan jumlah ruang kelas  Tahun 2011  sebanyak 64 ruang pada Tahun 2015  menjadi 71 ruang kelas, terdiri dari MA Negeri 31 ruang dan MA Swasta 40 ruang.

Untuk APM SLTA meningkat, Tahun 2011 sebesar 48,27%  menjadi 57,50% Tahun 2015 dan APK  Tahun 2011 sebesar 65,20%  menjadi 76,65% Tahun 2015.

Program penuntasan wajib belajar 12 tahun, program yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Pemberian Bantuan Dana Operasional Sekolah dari jenjang Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah baik SMA maupun SMK, Tahun 2008 Bantuan Dana Operasi Sekolah (DOS)  Rp.5.197.564.750,-  Tahun  2015 sebesar Rp.8.332.047.000,  Pemberian insentif bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada semua jenjang pendidikan, guna meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari memberikan insentif untuk Kepala/Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas, Pembina OSIS, kelebihan jam mengajar guru dan sebagainya, TA. 2008 sebesar Rp.3.213.460.000,- TA, 2015 menjadi Rp.5.625.600.000,-.

Pendidikan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan, terus dilakukan peningkatan dan dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan SDM Kabupaten Batang Hari yang memiliki Intelektualitas dan Profesionalisme dalam pembangunan, agar produktif, kreatif dan aktif serta mampu mengatasi tantangan pada era globalisasi dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan seiring dengan pemahaman dibidang Ilmu Pengetahuan, Iman dan Taqwa (IMTAQ). Karena itu, Lembaga Pendidikan Tinggi perlu terus dikembangkan dan diarahkan guna meningkatkan kemampuan mahasiswa agar mempunyai daya nalar ilmiah yang tinggi dan semakin besar rasa tanggung jawabnya terhadap pembangunan Bangsa dan Negara.

Sampai dengan Tahun 2015 di Kabupaten Batang Hari terdapat dua Lembaga Pendidikan Tinggi yaitu : Pendidikan Tinggi Graha Karya yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Serentak Bak Regam (YPSBR), terdiri dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) dengan dua Program Studi, yaitu Sosial Ekonomi Pertanian dan Budidaya,  Kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dengan status terakreditasi dan satu sekolah Akademi Keperawatan.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam dengan status terakreditasi dengan dua Program Studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kependidikan Islam (KI).

Keberadaan dari Sekolah Tinggi dan Akademi tersebut dapat menyerap lulusan SLTA di Kabupaten Batang Hari dalam usaha meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berguna bagi penyelenggaraan kegiatan pembangunan.

Sampai dengan Tahun 2015 kedua Lembaga Pendidikan Tinggi tersebut  berhasil meluluskan Sarjana dan Diploma III 1.031 mahasiswa lulusan, terdiri dari STIP  297 mahasiswa, STIT sebanyak 293 mahasiswa dan STIE  315 mahasiswa serta Akper sebanyak 126 mahasiswa.

Untuk Pendidikan masyarakat juga  menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Batang Hari terutama dalam hal pemberantasan buta huruf melalui kegiatan keaksaraan fungsional, paket A, Paket B, Paket C, kejar usaha, magang/beasiswa, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pusat kegiatan belajar masyarakat. Melalui kegiatan tersebut di atas telah mampu menurunkan angka buta huruf dalam rangka membantu anak yang putus sekolah yang disebabkan ekonomi orang tua yang kurang memadai.

Pendidikan luar sekolah berupa pelaksanaan Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA. Disamping itu juga diselenggarakan Program/Kelompok Belajar Usaha (KBU), dengan tujuan membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah, agar mampu meningkatkan tarap hidupnya dan membiayai pendidikan anaknya. Dampak dari pelaksanaan pendidikan luar sekolah, sejak 5  Tahun terakhir mampu menurunkan angka buta huruf. Pada Tahun 2010 angka buta huruf 273 orang, Tahun 2013 angka buta huruf turun menjadi 98 orang.

Berkenaan dengan Pembangunan kepemudaan Pemuda merupakan modal kader Pimpinan Bangsa dimasa depan dan pelopor serta penggerak pembangunan yang produktif. Pemkab Batang Hari melaksanakan kegiatan kepemudaan, olah raga dan kebudayaan yang dilaksanakan pada Tahun 2015 sebanyak 7  kegiatan  :Fes tival Kreativitas Anak PAUD, Jambore PTK-PAUDNI, Pengembangan Kesenian Budaya Daerah, Pekan Olah Seni dan Budaya (FL2SN), Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional, Cerdas Cermat Siswa SD dan SMP,Debat Bahasa Indonesia dan Inggris.

Berkenaan dengan rencana Program kegiatan TA. 2016 dibidang Pendidikan, Pemuda dan Olah raga, Bupati Sinwan SH akan meringankan biaya Pendidikan bagi masyarakat dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA, memberikan Beasiswa kepada Siswa berprestasi kepada siswa dan mahasiswa yang kurang mampu serta yang berprestasi, membangun  gedung Pemuda dan Olah raga  disetiap kecamaan, memantau bakat, dan peningkatan prestasi.

 

Oleh: Syahreddy Jurnalis Batanghari

Iklan